Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah Makan Kukis Bisa Merangsang Motorik Anak ?

Banyak snack atau kudapan yang dijuak dipasaran. Hampir semua anak menyukai camilan tersebut. Kalo orang renta dulu menyebutnya Chiki-chiki. Sebenarnya itu ialah salah satu nama merk dagang suatu nama produk makanan ringan. Sampai sekarang orang-orang juga sering menyebutnya dengan perumpamaan tersebut.

“nanti kalo jajan, jangan beli chiki-chiki ya"

“makanya batuk, sering makan chiki-chiki “

Jadi kita orang bau tanah sering sekali menyebutkan nama chiki tersebut untuk menggambarkan sebuah makanan ringan atau camilan anak yang tidak sehat untuk disantap oleh anak.Apalagi untuk anak yang masih balita. Anak dengan usia di bawah lima tahun.

Annasya sedang eksplor kebun , sebentar lagi tangannya mengaduk tanah :)

Sama halnya dengan anak yang lainnya, Annasya anak ketiga saya juga suka jajan.Awalnya juga memalsukan kedua kakaknya. Namun saya sungguh pilih-pilih, soalnya Nasya masih kecil banget. Kalo saya menyebutnya masih bayi, hihihi. Padahal anaknya udah berusia hampir tiga tahun. 

Oleh alasannya adalah itu untuk camilan , aku juga menentukan yang pas dan cocok untuk anak seusia Nasya. Agar snack yang dikonsumsi itu juga mendorong berkembang kembang Nasya. Tidak hanya sekedar kudapan saja.

Annasya Suka Lapar 

Pada usia 2-3 tahun sangat sempurna anak menerima stimulasi kemandirian, percaya diri dan kemampuan berinisiatif serta sosialisasi dengan sobat. Dr. Sofia Hartati. Magister Sains. Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD

satu kotak, berisi enam bungkus kecil

Karakteristik anak usia tiga tahun ialah

Suka Meniru

Ingin melaksanakan semua hal sendiri. Masa yang sempurna untuk menanamkan kebiasaan hidup yang bagus. Misalnya mandi pagi, sikat gigi, membereskan mainan, membuka dan menggunakan baju sendiri.

Suka Berteman

Mulai banyak berinteraksi dan bermain dengan sebaya, pada saat ini anak belum mampu memahami mengenai perasaan sahabat atau orang lain. Tetapi senang bermain dengan sahabat-temannya. 

Oleh karena itu Nasya sungguh suka bermain, bahkan mampu beberapa jam. Berhenti kalo sudah terasa mengantuk atau lapar. Anak yang aktif pastinya mudah lapar dan haus. Sebab banyak bergerak. Oleh karena itu saya mempersiapkan camilan untuk Nasya.

Perkembangan Motorik Anak Pada Usia 1 – 2 Tahun

Motorik Kasar


  1. Merangkak
  2. Berdiri dan berlangsung beberapa langkah pada sekitar 12 bulan
  3. Berjalan cepat pada sekitar usia 15 bulan
  4. Cepat-cepat duduk supaya tidak jatuh
  5. Merangkak di tangga
  6. Berdiri dikursi tanpa berpegangan
  7. Menarik dan mendorong benda keras mirip kursi
  8. Melempar bola


Motorik Halus


  1. Mengambil benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk
  2. Mengambil benda kecil dengan membungkuk
  3. Membuka 2 – 3 halaman buku secara bersamaan
  4. Menyusun beberapa balok menjadi menara
  5. Memakai kaus kaki, sepatu sendiri dengan hasil kurang sempurna
  6. Menuang cairan dari wadah ke wadah yang lain
  7. Memutar tombol Radio atau TV
  8. Mengupas Pisang dengan hasil kurang tepat


Perkembangan Motorik anak pada usia 2 – 3 Tahun

Motorik Kasar


  1. Melompat di kawasan
  2. Berjalan Mundur sampai 3 meter
  3. Menendang bola dengan mengayunkan kaki
  4. Memanjat furniturdan berdiri di atasnya
  5. Langsung bangun tanpa berpegangan dikala berbaring
  6. Berjinjit dan bangun sebelah kaki  
  7. Naik tangga dengan kaki dan lompat dari anak tangga terakhir
  8. Mengayuh sepeda

Motorik Halus


  1. Melakukan aktivitas dengan satu tnagan seperti mencoret-coret
  2. Menggambar garis lurus serti bundar tak beraturan
  3. Membuka Gerdel pintu
  4. Menggenggam Pensil
  5. Menggunting dengan hasil yang kurang tepat
  6. Mengancingkan Baju
  7. membuka tutup toples
  8. Memakai baju lengkap sendiri


Monde Boromon Cookies

Monde Boromon Cookies adalah salah satu cemilan untuk anak. Bunda, pasti sudha tahu yah, ngemil kuliner kecil untuk anak memiliki dua manfaat ialah pertama terkait motorik dimana si kecil makan dengan tangannya sendiri dan kedua adalah aksesori asupan nutrisi selain kuliner pokok.

Anak ketika makan camilan seperti kukis Monde Boormon ini artinya dia berusaha mencar ilmu untuk berdikari dan melakukan kegiatan makan sendiri.

Bisa dilakukan secara berulang kali, kita bisa mempersiapkan Kukis Boromon ini di dekat ia bermain. Nanti akan akan makan dengan sendirinya. Mengambil bertahap. Apalagi bungkus kukis Boromon ini sungguh imut dan terpisah dengan plastik yang lain sehingga jika tidak habis, bisa tetap disimpan. Kita bisa mengeluarkan satu bungkus dulu, sisianya kita mampu simpan. Praktis juga dibawa anak kemana-mana. kemasan ini juga menciptakan anak merasa seolah punya jajan sendiri, hihihi.

Oh, ya dalam satu bungkus box isi 120gram terdiri dari 6 plastik dengan isi 20gram per plastiknya sehingga kukis yang belum dimakan terjaga tetap fresh.

Kemasan imut membuatanak kepo, pengen buka

Kenapa Monde Boromon Cookies?

Ada beberapa alasan, mengapa Moms baik menunjukkan anak Boromon cookies ini, salah satunya yakni 

Bebas gluten sebab yang dibuat dari tepung kentang sehingga lebih mudah dicerna perut.
Mengandung faedah madu dan minyak ikan.
Memiliki tekstur yang lembut dan meleleh di mulut.
Terdaftar di BPOM RI dan halal MUI.
Cocok untuk anak usia 1-5 tahun.

Seputar Gluten dan Efeknya Bagi Anak

Gluten adalah adonan amorf (bentuk tak beraturan) dari protein yang terkandung bareng pati dalam endosperma (dan juga tepung yang dibentuk darinya) beberapa serealia, terutama gandum, gandum hitam, dan jelai. Dari ketiganya, gandumlah yang paling tinggi kandungan glutennya. Kandungan gluten mampu mencapai 80% dari total protein dalam tepung, dan terdiri dari protein gliadin dan glutenin. Gluten menciptakan campuran kenyal dan mampu mengembang alasannya adalah bersifat kedap udara.

Gluten dapat digunakan untuk membuat daging palsu (terutama daging angsa) untuk menu vegetarian dan vegan. Tepung roti banyak mengandung gluten, sementara tepung kudapan manis lebih sedikit. Ada sejumlah orang yang tidak dapat mengonsumsi gluten sebab reaksi daya tahan badan merusak dinding usus halus, dan hanya dapat ditangani bila penderita tidak makan gluten seumur hidup.


Menurut Tempo Co, Efek Samping Gluten Bagi Anak

1. Alergi atau Radang di Kulit
Gluten yakni materi kuliner yang bisa menyebabkan alergi atau iritasi di kulit, seperti bengkak, ruam, gatal-gatal, atau bintik-bintik. Bila mengalami gejala mirip itu, berhentilah menyantap gluten.

2. Penuaan Dini
Tubuh memang ditakdirkan untuk mampu mencegah sebagian level oksidasi. Namun jikalau levelnya terlalu tinggi, oksidasi itu bisa sungguh berbahaya dan bisa menjadikan penuaan dini. Tingkat oksidasi akan kian tinggi dan berimbas pada kesehatan kulit.

3. Kebocoran Usus

Kedengarannya memang menyeramkan, tetapi mampu terjadi bila metode pencernaan atau usus rusak akhir radang atau iritasi, dan gluten berpotensi menjadi perusak dengan cara mengikis dinding usus balasan partikel atau toksin masakan dari usus dilepas dan masuk ke anutan darah sehingga menyebabkan respons kepada tata cara kekebalan, salah satunya terlihat pada masalah di kulit.

Ngeri ya Moms, kalo anak kita cepat sekali terpapar efek Gluten ini. Oleh karena itu kita perlu juga berhati-hati memperlihatkan akan penganan . 



Dijual dengan harga kisaran Rp. 12.500 – Rp. 14.000. Bisa juga dibeli secara online.

Komposisi Boromon Cookies?

Banyak zat penting yang terkandung di kukis Boromon ini, di antaranya adalah Pati Kentang, Gula, Telur, Glukosa, Madu (0.3%), Minyak Ikan (mengandung DHA, Antioksidan Natrium Askorbat, Tokoferol dan Askorbil Palmitat), mengandung 3mg omega-3 dan 3mg DHA per menu


Semua ini ialah zat penting yang diharapkan oleh anak untu berkembang dan berkembang secara optimal.

Oh, ya Monde Boromon ini dibuat oleh Manufactured by PT Monde Mahkota Biskuit. Sudah tidak usah disangsikan lagi yah. Pasti banyak sekali yang telah merasakan bahkan berlangganan produk Monde ini. 


Nah, kali ini Moms , bisa juga menyertakan produk Boromon Cookies ini untuk anak di rumah. Jadi semua anggota keluarga mulai dari bawah umur hingga orang sampaumur mampu mencicipi  Produk Monde.

Salam,

Posting Komentar untuk "Apakah Makan Kukis Bisa Merangsang Motorik Anak ?"